Timeline Kejadian Bencana Tanah Bergerak Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh
Timeline Kejadian Bencana Tanah Bergerak Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh
Selasa, 11 November
Kejadian Bencana Tanah Bergerak Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh, Akibat hujan deras cukup lama, sehingga menyebabkan tanah bergerak dan mengakibatkan beberapa rumah mengalami rusak
Assessment BPBD Kabupaten Banyumas, BPBD Kabupaten Banyumas berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat dan mengimbau kepada pemilik rumah agar mengungsi juga tetap waspada, serta meminta melaporkan apabila tanah bergerak semakin meluas.
Rabu, 12 November
Kaji Cepat Multisektoral, Dilaksanakan BPBD Kabupaten Banyumas bersama Dinsospermasdes Kabupaten Banyumas beserta Pemerintah Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh yang menghitung dan mempersiapkan kebutuhan pengungsian serta persiapan pelaksanaan dapur umum.
Koordinasi dengan Perangkat Desa, Bidan dan Ketua RT terkait Pengungsian, Mempersiapkan tempat, kebutuhan air, dapur umum sampai dengan layanan kesehatan untuk Pengungsian Terpusat di Balai Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh.
Bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, Respon dari BPBD Provinsi Jawa Tengah akibat bencana yang terjadi di Kabupaten Banyumas memberikan bantuan berupa logistik paket sembako, karung banjiran, Kasur lipat, matras, hygiene kit, dan geobag.
Kamis, 13 November
Pendirian Tempat Pengungsian Terpusat di Balai Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh, Beserta pendirian Pos Lapangan untuk mengatur logistik, pengungsian dan dapur umum serta layanan kesehatan bagi pengungsi
Pengambilan Gambar Melalui Drone, Yang akan diolah menjadi hasil pemetaan dan digunakan dalam investigasi serta keputusan lebih lanjut
Evakuasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah, Evakuasi dilaksanakan dengan bantuan dari Polsek, Koramil, Bhabinkamtibmas, TAGANA dan dibantu juga oleh masyarakat sekitar
Jumat, 14 November
Bantuan dari BNPB, BNPB merespon cepat atas kejadian bencana pada 8-11 November 2025 berupa paket sembako, matras, selimut, tenda keluarga dan pompa alkon
Survei awal Dinperkim Kabupaten Banyumas, Rencana Sosialisasi dan Identifikasi Penanganan Rumah oleh Dinperkim Kabupaten Banyumas
Rapat Koordinasi Pembentukan Struktur Pos Lapangan, Untuk mengatur operasional pengungsian termasuk keluar masuknya barang hingga layanan kesehatan
Sabtu, 15 November
Tinjauan dari BNPB, Tim dari BNPB yang diantaranya Unsur Pengarah BNPB dan Tenaga Ahli Kepala BNPB meninjau lokasi pergerakan tanah di Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh
BNPB melaksanakan audiensi bersama Bupati Banyumas dan Unsur Pentahelix, Bupati Banyumas mengapresiasi dukungan BNPB dan menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan, termasuk usulan perbaikan infrastruktur terdampak. BNPB juga menekankan kolaborasi pentahelix – pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media – untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi tingginya curah hujan
Minggu, 16 November 2025
Penyusunan Peta Rawan Pergerakan Tanah Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh, Mengukur berapa naik turunnya dan detail peta zona kerentanan gerakan tanah
Senin, 17 November 2025
Penyerahan Bantuan oleh Kapolresta dan Dandim, dilakukan juga rapat pemenuhan kebutuhan pengungsian dan perencanaan relokasi bersama Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesra, BPBD, Satpol PP, Dinperkim, DPU, Dinsospermasdes, Camat Sumpiuh dan Pemerintah Desa Ketanda.
Selasa, 18 November 2025
BPBD Kabupaten Banyumas bersama dengan Dinperkim, Dinsos, dan unsur forkompincam mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kab Banyumas dalam rapat kunjungan sekaligus survei calon lokasi relokasi rumah terdampak (42 Rumah) gerakan tanah di Desa Ketanda Kec Sumpiuh. kegiatan ini dilakukan untuk memastikan lokasi yang akan dijadikan lahan relokasi memiliki kelayakan untuk dijadikan hunian dengan ketersediaan akses jalan, air, listrik dan kebutuhan lainnya dan yang paling utama adalah sudah tidak berada di area bahaya tanah longsor.
Sampai dengan saat ini, Pos Lapangan dan Pengungsian akibat bencana gerakan tanah di Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh masih berlanjut. Pelayanan kepada pengungsi dari mulai dapur umum hingga pelayanan kesehatan masih dilakukan. Kami menghimbau untuk seluruh masyarakat tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan saat curah hujan sedang tinggi dan melaporkan kepada BPBD Kabupaten Banyumas apabila terjadi bencana di sekitar.







